Gugus Penjaminan Mutu atau dikenal dengan GPM merupakan unit di jurusan matematika yang bertugas untuk melaksanakan koordinasi, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan.

Keberadaan Unit Penjaminan Mutu (Fakultas) dan Gugus Penjaminan Mutu (Jurusan/Prodi) melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja UPPS FMIPA dan PS Pendidikan Matematika. Implementasi sistem kerja penjaminan mutu di UPPS dilakukan terhadap tata pamong, tata kelola, dan kerjasama yang mengikuti siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan (PPEPP). Seperti apa yang dilaksanakan dalam setiap tahap dalam siklus tersebut diuraikan sebagai berikut.

Penetapan

Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012 Dikti Pasal 54 SN-Dikti merupakan satuan standar yang meliputi standar nasional pendidikan, ditambah dengan standar penelitian, dan standar pengabdian kepada masyarakat. Sebagaimana struktur Permenristekdikti 44 2015, standar nasional pendidikan mencakup standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran. Untuk standar penelitian mencakup standar hasil penelitian, standar isi penelitian, standar proses, standar penilaian penelitian, standar peneliti, standar sarana dan prasarana penelitian, standar pengelolaan penelitian, dan standar pendanaan dan pembiayaan penelitian. Selanjutnya standar pengabdian kepada masyarakat mencakup standar hasil, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pelaksana, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pendanaan dan pembiayaan.

Dengan mengikuti struktur standar tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu telah dokumen standar, manual penetapan standar, manual sosialisasi standar, manual pelaksanaan standar, manual evaluasi standar, manual pengendalian standar, dan manual peningkatan standar.

Pelaksanaan

Dengan standar yang telah ditetapkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu, selanjutnya adalah penggunaan standar dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Berdasarkan manual pelaksanaan standar, pelaksanaan standar sebagai upaya peningkatan proses penyelenggaraan dan menciptakan budaya mutu serta sebagai perangkat untuk melakukan pengukuran terhadap kompetensi lulusan sehingga dapat mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran UNM.

Luas lingkup manual pelaksanaan standar kompetensi lulusan adalah pedoman bagaimana melaksanakan agar standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan dapat dicapai atau dipenuhi. Penggunaan manual pelaksanaan standar kompetensi lulusan ini dilakukan pada saat standar harus dilaksanakan oleh: 1) Semua unit, fakultas, dan jurusan/program studi di lingkup UNM; 2) Unit-unit tertentu yang menjalin kerja sama di bidang pendidikan atas nama UNM.

Evaluasi

Manual evaluasi standar bertujuan untuk menentukan ketercapaian dari standar yang telah ditetapkan oleh Pimpinan UNM. Manual ini juga digunakan untuk memeriksa dan mengevaluasi kesesuaian standar dengan pernyataan standar yang ditetapkan untuk perbaikan maupun peningkatan mutu secara berkelanjutan dalam pelaksanaan isi pembelajaran di lingkup UNM. Sementara itu, manual evaluasi standar untuk penelitian mencakup: (1)  meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian, (2) meningkatkan proses dan hasil penelitian (3) menilai akuntabilitas hasil penelitian dosen dan mahasiswa (4) menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan (5) mempercepat terwujudnya visi dan misi penelitian UNM. Sementara kegiatan evaluasi yang sama juga dilakukan untuk program pengabdian kepada masyarakat.

Pengendalian

Inti dari pengendalian ini adalah untuk mengendalikan standar di lingkup UNM yang merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi standar. Apabila hasil evaluasi standar menunjukkan bahwa kegiatan atau program pada standar itu telah “mencapai” atau “melampaui”, maka akan dirumuskan kembali dengan kriteria yang lebih tinggi. Namun, apabila hasil evaluasi standar menunjukkan “belum mencapai”, maka akan dilakukan evaluasi penyebab dari ketidaktercapaiannya standar tersebut. Demikian juga apabila hasil evaluasi standar menunjukkan “penyimpangan” dari standar yang telah ditetapkan oleh Pimpinan UNM, maka harus segera diarahkan kembali untuk mengikuti standar yang berlaku.

Perbaikan Berkelanjutan

Dengan menggunakan informasi dari hasil evaluasi, dan hasil tinjauan dari kegiatan pengendalian terhadap indikator standar. Selanjutnya adalah merumuskan rencana perbaikan sebagai kelanjutan dari usaha pencapaian standar tersebut. Rumusan ini akan disampaikan dalam forum rapat program studi.